RENUNGAN TUTUP TAHUN 2025

Tanpa terasa, kita ada pada tanggal 31 Desember 2025, akhir tahun 2025. Dua belas bulan telah berlalu dengan kisah yang beragam. Ada doa yang terjawab, ada harapan yang tertunda; ada tawa yang menguatkan, ada air mata yang memurnikan. Di tahun 2025 ini mungkin ada banyak hal yang tidak berjalan seperti yang kita rencanakan, tetapi satu hal pasti bahwa Tuhan setia menyertai setiap langkah kita.

Mazmur 90:12 menyatakan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari bukan sekadar mencatat waktu, atau menghitung urutan hari pada kalender, melainkan merenungkan makna hidup kita dalam setiap peristiwa yang terjadi pada lintasan waktu yang terus berlangsung, menemukan apa yang Tuhan ajarkan melalui keberhasilan juga kegagalan yang kita alami. Kita juga melihat dan menyukuri tangan-Nya yang selalu menuntun bahkan saat jalan terasa gelap.

Menyediakan waktu untuk merenung di akhir tahun adalah hal yang baik, merupakan undangan bathin untuk mengingat segala kebaikan Tuhan dan juga melihat dan mengevaluasi diri. Bukan untuk memakukan diri pada masa lalu, melainkan untuk melihatnya dalam terang kasih karunia dan pengharapan. Paulus menyatakan, “Dalam segala hal mengucap syukurlah” (1 Tes. 5:18). Ucapan syukur tidak meniadakan luka, tetapi menegaskan bahwa kasih Tuhan lebih besar daripada luka itu, serta untuk menjadikan kita lebih bijaksana dalam melaksanakan hidup di hari berikutnya.

Mengambil waktu sejenak berdiam diri di akhir tahun adalah moment hidup yang baik, sekaligus juga kesadaran kita menaikkan permohonan, pengharapan kepada Tuhan, serta penyerahan diri kepada-Nya. Kita sadar dan mengerti bahwa hari esok pun juga ada kesulitannya sendiri. Dengan mengambil waktu berdiam diri dan bersujud di hadapan-Nya di akhir tahun, kita menyerahkan beban, rasa bersalah, kepahitan, kekhawatiran akan hari esok. “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau” (Mzm. 55:23). Penyerahan bukan tanda kelemahan, melainkan iman yang dewasa, iman yang percaya bahwa Tuhan memegang hari esok.

Semusim telah kita lewati dan akan berlalu. Selamat menutup tahun 2025 dengan ucapan syukur kepada Tuhan, dengan permenungan yang mendalam atas semua hal yang telah kita lewati.

 

 

 

Semusim berlalu
Namun Kau s’lalu p’liharaku
Kasih dan setia-Mu
Tak pernah layu di hidupku

Lebih luas dari samud’ra
Kebaikan-Mu Bapa, takkan habis di hidupku
Lebih tinggi dari cakrawala
Tak terbatas kasih-Mu
Sungguh kubersyukur

 


Judul lagu: Tak Terbatas, NDC Worship.
Penulis lagu: Ronald Pangemanan / Joseph Setiawan Djafar



Artikel ini telah dibaca sebanyak 636 kali.